Pahami NJOP dan harga pasar agar Anda tidak terjebak membeli properti di atas harga wajar.
Mengetahui apakah harga sebuah properti wajar atau terlalu mahal adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap calon pembeli. Tanpa pemahaman ini, Anda berisiko membayar jauh di atas nilai sebenarnya — yang akan berdampak pada potensi keuntungan investasi di masa depan.
Langkah pertama adalah mengecek NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari SPPT PBB yang bisa diminta ke pemilik properti. Meski NJOP biasanya lebih rendah dari harga pasar, ini memberi gambaran awal. Selanjutnya, bandingkan dengan harga properti serupa (komparabel) di kawasan yang sama. Cari minimal 3–5 data pembanding dari listing aktif dan transaksi yang sudah terjadi dalam 6 bulan terakhir.
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga wajar antara lain: luas tanah dan bangunan, kondisi fisik, usia bangunan, akses jalan, dan fasilitas sekitar. Properti di pinggir jalan utama bisa bernilai 15–25% lebih tinggi dibanding yang masuk gang. Jika ragu, mintalah jasa penilai properti (appraisal) independen yang bersertifikat untuk mendapatkan penilaian objektif sebelum transaksi.